BeritaTravelUncategorized

Bandara Internasional Airport Kualanamu DiJual Ke India , Ini Penjelasan Kementrian BUMN

Bandara

BeritaSocial.Com , Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) viral di media sosial karena dianggap dijual ke India. Pembahasan tersebut ramai usai perseroan mengeluarkan pengumuman bahwa GMR Airports Consortium dari India memenangkan tender untuk ikut mengelola bandara tersebut selama 25tahun.
Salah satu yang menilai Bandara Kualanamu dijual ke India adalah mantan Sekretaris BUMN, Said Didu, dalam akun Twitter pribadinya. Dia menyebut dengan GMR Airports Consortium mengempit 49 persen saham di Bandara Kualanamu sama dengan AP II menjual asetnya ke pengelola asal India itu.

Cuitan Said Didu pun direspons Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Menurut Arya, Said Didu keliru. Sebab dalam kerja sama AP II dan GMR Airports Consortium, skema bisnis yang dipakai adalah build, own, transfer (BOT) yang menurut Arya berbeda dengan menjual aset. Dia mencontohkan skema BOT seperti dirinya punya bangunan hotel yang pengelolaannya diserahkan ke Swiss-Belhotel.

Staf Khusus Kementrian BUMN Arya Sinulingga Di Kementrian BUMN Jakarta, Selasa (19/11)

“Apakah pemiliknya saya atau Swiss-Bel? Pemiliknya tetap saya, bukan Swiss-Bel. Masa beginipun harus diajarin Pak @msaid_didu? Sedih saya. Nah untuk Bandara Kualanamu, pengelolanya bahkan 51 persen masih anak perusahaan AP II, tidak semua oleh GMR. Kurang apalagi coba?” kata Arya dikutip BeritaSocial.Com , Jumat (26/11).

Cuitan Said Didu yang menilai anak usaha AP II menjual Bandara Kualanamu ke asing juga dikomentari oleh Staf Khusus Menteri Keuangan, Prastowo Yustinus. Dia juga sependapat dengan Arya bahwa mayoritas saham bandara tersebut tetap dipegang anak usaha AP II.

Sebelumnya, AP II mengumumkan GMR Airports Consortium akan ikut mengelola bandara ini selama 25 tahun melalui kemitraan strategis (strategic partnership). GMR Airports Consortium merupakan Strategic Investor yang dimiliki oleh GMR Group asal India dan A√©roports de Paris Group (ADP) asal Prancis,

Dengan jangka waktu kerja sama selama 25 tahun, nilai investasi ini sekitar USD 6 miliar, termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp 15 triliun.

Bandara
Share:

Leave a reply